Rekor Covid-19 Yogya di Bawah 1.000 Kasus, Vaksinasi Akan Langsung ke RT/RW

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melaporkan rekor penambahan kasus baru Covid-19 terendah pada hari ini, Senin 9 Agustus 2021. “Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY hari ini sebanyak 733 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 130.414 kasus,” kata juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih.

Kasus baru di DIY itu menjadi yang terendah sejak 2 Juli lalu di mana penambahan kasus harian selalu tembus di atas 1.000. Bahkan pernah mendekati 3.000 kasus dalam sehari.

Pemda DIY menjelaskan, jumlah spesimen yang diperiksa untuk pelaporan hari ini sebanyak 6.364 sampel. Dari jumlah itu dan 733 kasus baru yang terkonfirmasi, angka positivity rate di DIY sebesar 11,52 persen. “Kasus aktif saat ini 33.152 kasus, sedangkan tambahan kasus meninggal sebanyak 59 sehingga total yang meninggal menjadi 3.958 kasus,” ujar Berty menambahkan.

Berty mengungkapkan, selain penurunan drastis kasus baru itu, penambahan kasus sembuh di DIY juga mencatatkan rekor tertinggi yakni sebanyak 3.214. Itu menjadikan total sembuh menjadi 92.944 kasus. “Untuk keterpakaian tempat tidur rumah sakit rujukan (BOR) kategori kritikal (ICU) saat ini 64,77 persen dan non kritikal (isolasi) BOR nya sebesar 75,44 persen,” kata Berty.

Untuk semakin menekan kasus penularan, pada Senin ini, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menginstruksikan pemerintah kabupaten/kota di DIY melakukan akselerasi vaksinasi dengan menyasar RT/RW di wilayah masing-masing. Menurutnya, persentase vaksinasi DIY sudah 43 persen menuju target 100 persen pada Oktober mendatang.

“Jadi target kami Agustus ini bisa mencapai 50 persen, lalu September bisa 70 persen dan sisanya Oktober 2021,” kata Sultan.

Untuk mempercepat vaksinasi itu, Sultan menyatakan, telah membuat Satgas Penanganan Vaksinasi di tingkat provinsi, kabupaten dan kota. “Vaksinasi langsung saja menyasar RT/RW, karena pengalaman lewat organisasi kurang maksimal,” kata Sultan.

Sultan membeberkan stok vaksinasi DIY saat ini masih mencukupi untuk mengebut vaksinasi itu. Stok vaksin DIY saat ini 43.805 vial dan sudah didistribusikan ke lima kabupaten/kota. Sejatinya sejumlah 60.000 dosis vaksin juga akan dikirimkan pemerintah pusat ke DIY bulan ini. “Namun saat ini belum bisa dikirim karena stok di gudang DIY penuh,” kata Sultan.

Untuk mengurangi kapasitas penyimpanan, Sultan mengusulkan agar kabupaten/kota dapat menyediakan mesin penyimpanan. Dia menyebutkan kapasitas penyimpanan maksimal milik pemerintah provinsi hanya sebesar 45.000 vial. “Selesaikan juga soal ini, apa perlu menyediakan mesin pendingin di kabupaten/kota,” kata Sultan.

Sebelumnya, Pemda DIY melansir, berdasar data yang dipaparkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam rapat koordinasi secara daring pada Minggu malam, penerapan kebijakan PPKM DIY yang dijalankan sejak 3 Juli hingga Agustus efektif menekan mobilitas.

Penurunan mobilitas di DIY yang awalnya mencapai 20-30 persen kini disebutkan sudah menurun di angka 10-20 persen. Penurunan mobilitas demi menekan penularan Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.